› Jangan Memadamkan Semangat

       

Jangan Memadamkan Semangat

Bila dibandingkan, kehidupan Anna Perez dulu dengan kini benar-benar seperti bumi dengan langit. Ia telah "melompat" dari kompleks rumah kumuh ke Gedung Putih. Dari kemelaratan ke kekuasaaan. Bagaimana dia bisa melakukannya? Mengapa tampaknya ada orang yang bisa melakukan lebih banyak, mengatasi rintangan lebih besar, dan bangkit dari kejatuhan lebih cepat?

Orang-orang sukses tampaknya secara intuitif memiliki kemampuan yang luar biasa dalam membuka sumbat kekuatan tersembunyi yang mereka miliki.

Namun, sebenarnya orang biasa-biasa pun bisa meraih sukses, jika mereka tahu bagaimana cara membuka dan mengalirkan energi tersembunyi yang mereka miliki. Energi tersembunyi yang sebenarnya ada di dalam semua orang. Ilustrasi berikut ini barangkali memberikan gambaran lebih jelas bagi Anda.

Selama enam tahun
Anna Perez bekerja keras untuk menguasai bidang yang jadi tanggung-jawabnya sebagai asisten manager di bank. Selama masa itu setiap kali merasa cukup mampu, ia melamar untuk menduduki posisi yang lebih senior dengan tanggung jawab lebih besar. Sayang, setiap kali pula sang ibu memadamkan semangat putrinya dengan mengatakan, "Jangan terlalu berharap, nak. Orang-orang lain mengirim lamaran juga. Mungkin saja kau kalah bersaing."

Ini sebuah contoh respon yang sangat buruk. Tanpa disadari, ibu
Anna Perez mematok ambisi putrinya cuma pada tingkat "cukup" atau malah kurang, sambil sekaligus mengerosi rasa harga diri Anna Perez. Padahal cara untuk melatih bakat alam adalah justru dengan menerapkan sasaran dan memiliki angan-angan yang tinggi.

Get our toolbar!

Halaman ini dirender dalam 0.0320